• Sign Up
  • |
  • Login

“Tidak Ada Pemasukan, hanya Pengeluaran” (Cerita Pak Nyoman Sudi di Pos Pengungsian Kubu Bangli)

By Admin | Senin, 23 Oktober 2017 | 96 views

“Besok tepat kami satu bulan disini, sejak tanggal 22 September saat kami mengungsi dari kampung”.  Cerita Bapak Nyoman Sudi (40 thn) salah satu pengungsi yang mendatangi kami (tim YEU) saat  istirahat dalam pelayanan pendampingan di Pos Kubu Kabupaten Bangli. Rasa bosan, jenuh, capai dan lelah nampak dari setiap tarikan nafas dan bahasa tubuh yang kami tangkap. Berulang-ulang Pak Sudi mengusap wajah hingga rambutnya ke belakang kemudian menutup separuh wajahnya dengan tangan diiringi tarikan nafas.

Memiliki 3 anak, 2 diantaranya sedang bersekolah bukan hal yang mudah. “Tidak ada pemasukan, adanya pengeluaran”. Kata-kata yang terkesan sederhana tetapi memiliki makna yang dalam dan menyentuh.  

Saya petani dan juga peternak sapi, Mbak. Sayur-sayur yang saya tanami sudah panen walaupun harganya sangat rendah. Biasanya tomat dan kacang panjang dijual 3.000-6.000 per kilo namun dalam situasi ini harga tomat dan kacang panjang turun, saya terpaksa menjual dengan 1.500 per kilo. Saya rugi, Mbak….

Sekarang saya tidak menanam lagi karena takut. Jika sudah menanam kemudian terjadi erupsi maka saya malah rugi, padahal modal untuk menanam dibutuhkan 3-4 juta rupiah. Bayangkan Mbak, dalam setengah hektar dibutuhkan pupuk seharga 2 juta ditambah biaya pengerjaan sebesar 1,5 juta rupiah, bagaimana kalau gagal panen karena meletus..?

Saya sudah 2 tahun pelihara sapi. Saat membeli, 1 ekor sapi harganya 7 juta rupiah, jadi 2 ekor 14 juta rupiah. Kedua sapi itu sudah saya pelihara selama 2 tahun, tetapi pada saat mau mengungsi terpaksa dijual karena tidak bisa mengurusinya lagi. Harga jual 2 ekor sapi hanya 14 juta sama dengan harga beli, jadi biaya pemeliharaan selama 2 tahun tidak terhitung. Rugi Mbak...

Kami mendengar dengan baik cerita Pak Sudi yang tanpak semakin cemas sembari bertanya. “Sekarang situasinya belum bisa kita pastikan pak, apa rencana bapak ke depan?

Saya akan mencari pekerjaan di sekitar sini saja, Mbak. Pekerjaan apa sajalah, saya tidak memilih pekerjaan. Sampai saat ini saya masih bolak-balik kampung untuk bekerja mencari tambahan. Saya membeli sayur dari tukang sayur yang ada di sekitar kampung kemudian saya jual lagi ke kota. Total yang saya dapat 100 ribu, dipotong uang bensin 20 ribu dan biaya makan 30 ribu. Jadi saya bawa uang ke pengungsian di sini untuk anak dan istri hanya 50 ribu, padahal untuk anak sekolah saja berapa....Ga cukup Mbak....”

Kami hanya terdiam sambil menganggukkan kepala menunjukan bahwa kami sangat mengerti apa yang dirasakan oleh Pak Sudi. Di akhir cerita saya kesulitan untuk mengatakan sesuatu tetapi yang saya tahu, dengan mendengarkan cerita Pak Sudi saja kita sudah membantunya. Paling tidak ada yang saya sampaikan untuk Pak Sudi, Semoga ada pekerjaan di sekitar sini untuk bapak ya, jika kita usaha untuk mencari, pasti akan dapat pak.

 

Bangli, 21 Oktober 2017

Erni

  • Situation Report #2 Warning Status of Mt. Agung in Bali

    8 October 2017 Situation Report #2 Warning Status of Mt. Agung in Bali   Highlights : ¨ As of 7 October 2017 at 06:00 pm local time, there were 141.322 displaced people who were distributed in ...

  • Situation Report #1 Gunung Agung

      Laporan Situasi #1 Gunung Agung     Dukungan Tanggap Darurat Gg. Agung Negara Indonesia Jenis Laporan Laporan Situasi Lokasi Tanggap Darurat Kabupaten Karang Asem Prov Bali Nomor Laporan #1 Laporan Dipersiapkan oleh Sari Mutia Timur Tanggal Pelaporan 02 Oktober  2017     Sorotan Pengungsi masih tersebar di 416 titik pengungsian yang ...

  • Deklarasi Urban Thinkers Campus "Membangun Kota yang Beretika dan Berkeadilan"

    Laju pertumbuhan di Kota Yogyakarta yang semakin meningkat akan terkait dengan kemampuan kota untuk menampung segala kepentingan warga kota yang terdiri dari pemerintah, masyarakat sipil, dan pihak swasta. Pertumbuhan ini ...

VIEW ALL NEWS
VIEW ALL STORIES

Our Partners