Home | About Us | Our Program | Our Gallery | Our Partner | News & Training | Story & Article
NEWS
YEU Response to Sinabung Erruption
Rabu, 1 September 2010, 10:18 WIB

On Sunday, 29 August 2010; Mount Sinabung in Karo district, North Sumatra erupted and forced more than 27.000 people to flee from their houses.

Viewed 21 times

go to index ...
TRAINING
HAP Workshop, Hotel Harun Square, Lhokseumawe, 22 - 25 May 2010
Sabtu, 22 Mei 2010, 08:00 WIB

HAP (Humanitarian Accountability Partnership) Workshop, attended by 23 staffs from YEU Lhokseumawe, YEU Padang, and YEU Yogyakarta and facilitated by Janaki Kuhanendran (Christian Aid), introduces humanitarian accountability system to YEU's staffs to meet capacity and accountability standardization.

go to index ...
PRODUCT CATALOGUE

 

Click here for more product ...
NEWS


Memahami Kegundahan Pengungsi Timtim
Selasa, 22 Juni 2010, 14:39 WIB Viewed : 139 times

Sejak jajak pendapat 1999, nasib pengungsi Timor Timur (Timor Leste) masih minim perhatian. Berdasarkan data Departemen Sosial, warga Timtim yang mengungsi ke beberapa kabupaten di NTT sekitar 132.000 jiwa. Jumlah ini berangsur-angsur berkurang. Sebagian kembali ke Timtim dan menjadi warga Negara Timor Leste, sebagian lagi memilih tinggal di NTT dan menjadi WNI. Sekitar 44 persen (sekitar 60.000 orang) menjadi WNI. Pengungsi yang memiliki uang membeli tanah dan tinggal bersama dengan masyarakat lokal. Sedangkan yang tidak memiliki uang terpaksa bertahan di pengungsian. Pemerintah sebenarnya telah menganggarkan pembangunan sekitar 11.000 unit rumah untuk 55.000 pengungsi berlokasi di Kabupaten Kupang (3.409 unit), Timor Tengah Selatan (185 unit), Timor Tengah Utara (154 unit), dan Belu (7.252 unit). Namun langkah ini tidak ditindaklanjuti secara komprehensif. Mengingat pemerintah ternyata hanya memberikan fasilitas rumah, tetapi tidak membeli tanah pemukiman tersebut. Akibatnya, para pengungsi dikejar-kejar oleh pemilik tanah di mana kompleks pemukiman dibangun.

Tidak hanya problem tempat tinggal. Selama ini, Koordinator Korban Politik Timtim (Kokpit) bersama para warga pengungsi eks Timtim sedang berjuang untuk mendapatkan dana sebesar 76 miliar. Dana ini untuk santunan bagi setiap keluarga pengungsi, masing-masing keluarga mendapatkan 5 juta rupiah. Namun demikian, sampai saat ini dana itu belum diberikan kepada keluarga pengungsi.

Anak-anak pengungsi pun tak luput dari permasalahan. Salah satunya adalah status kewarganegaraan mereka yang tidak jelas. Sebagai contoh kasus adalah anak-anak pengungsi Timtim yang tinggal di Panti Asuhan Taman Bina Anak Bangsa, Kabupaten Gunung Kidul. Ada sekitar 17 orang anak pengungsi Timtim yang tinggal di panti. Pengurus panti telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul untuk memperjuangkan status kewarganegaraan anak-anak tersebut. Namun demikian, sampai tahun 2010 (8 tahun sejak Pemerintah Indonesia menghapus secara resmi status pengungsi Timtim) status kewarganegaraan anak-anak pengungsi Timtim tersebut masih belum jelas.

Sumber tulisan (TEMPO Interaktif: 2000, KOMPAS: 21 dan 22 Juni 2010, dan Wawancara dengan Pengurus Panti Asuhan Taman Bina Anak Bangsa, Gunung Kidul).

(admin)


Previous news :
Home | About Us | Our Program | Our Gallery | Our Partner | News & Training | Story & Article | Contact Us | FAQs
Copyright © 2007. Yakkum Emergency Unit. All Rights Reserved.