 |
 |
| NEWS |
YEU Response to Sinabung Erruption
Rabu, 1 September 2010, 10:18 WIB
On Sunday, 29 August 2010; Mount Sinabung in Karo district, North Sumatra erupted and forced more than 27.000 people to flee from their houses.
Viewed 33 times
go to index ...
|
 |
 |
| TRAINING |
HAP Workshop, Hotel Harun Square, Lhokseumawe, 22 - 25 May 2010
Sabtu, 22 Mei 2010, 08:00 WIB
HAP (Humanitarian Accountability Partnership) Workshop, attended by 23 staffs from YEU Lhokseumawe, YEU Padang, and YEU Yogyakarta and facilitated by Janaki Kuhanendran (Christian Aid), introduces humanitarian accountability system to YEU's staffs to meet capacity and accountability standardization.
go to index ...
|
 |
|
 |
 |
| ARTICLE |
 |
Memulai Pergerakan Pengurangan Resiko Bencana dari Desa Kita
Jum'at, 5 Februari 2010, 00:20 WIB Viewed : 189 times
Memulai Pergerakan Pengurangan Resiko Bencana dari Desa Kita
*Oleh Filipus Suparno (Sekjen JaRI 2009-2011)
Secara geografis maupun geopolitik, memprakarsai sebuah kegiatan yang ada dimasyarakat merupakan sesuatu yang sangat berharga, banyak orang yang megira bahwa sangat mudah melakukukan kegiatan dimasyarakat dipaling bawah, dalam hal ini adalah institusi masyarakat desa. Sering hal ini dianggap sesuatu yang paling gampang untuk dilakukukan, Anggapan ini yang kemudian pada suatu saat sangat bertentangan, karena realitasnya adalah sangat sulit melakukukan kegiatan didesa, dengan berbagai dinamika yang selalu berubah. Dalam kerangka berpikir tetang pengurangan resiko bencana, melalui istitusi yang paling bawah inilah yang kemudian banyak orang diuji keberhasilannya dan keberlansungan terhadap program di masyarakat.
Banyak pengalaman dan beberapa teori yang mengatakan bahwa bagaimana melibatkan masyarakat dalam sebuah kegiatan yang lebih menyeluruh, berhasil dan berkesinambungan apalagi sampai pada kemandirian masyarakat. Banyak sekali institusi yang melakukukan program yang ada dimasyarakat desa dengan berbagai inovasi agar apa yang dilakukukan akan berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat. Tetapi kenyataannya hal ini sulit dijangkau dan ketika terjangkaupun tidak banyak yang bertahan secara lebih lama.
Kerangka berpikir yang sederhana bahwa desa sebagaian besar sudah melakukan pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengan Desa (RPJM Des) yang merupakan master plan pembangunan didesa. Mau tidak mau desa harus menjalankan apa yang sudah direncanakan baik melalui pembiayaan dana perimbangan,dana pendapatan asli desa, yang semuanya tertuang dalam RABDes. Dari perencanaan ini beberapa rencana desa pasti akan terbiayai dengan berbagai mekanisme yang ada. Artinya konsekwensinya ketika masyarakat merancang sebuah kegiatan yang sudah tertuang dalam RPJMDes harus terbiayai.
Untuk mengarahkan penuranan resiko bencana sesuai dengan mandat UU PB 24 tahun 2007, kemudian yang menjadi pusat operasional pelayanan pasti berpusat didesa dengan berbagai program dan aktifitas yang akan dilakukukan oleh pemerintah dairah. Inilah yang menjadi kesempatan bahwa masyarakat desa lebih terlibat secara mutlak dalam pengurangan resiko bencana. Cara yang lebih efektif adalah bagaimana bisa memberdayaakan masyarakat desa, mengkomunikasikan dan berjejaring dengan pemerintah dairah dalam tataran tertentu.
Inilah yang menjadi perhatian bersama bahwa desa mempunyai banyak asset yang tidak dapat diabaikan, dan ini akan menjadi sumbangan yang besar bagi proses pengurangan resiko bencana. Sudah saatnya dimulai bahwa pengurangan resiko bencana harus dimulai dari basis. Kalau boleh dicita-citakan bahwa desa akan menjadi pusat pertumbuhan dan pemerintahan ,dan desa akan menjadi pusat pembangunan untuk mencapai kesejahteraan seperni yang dicita-citakan oleh Negara. Biarlah masyarakat desa berbuat dengan sungguh-sungguh dan hidup damai dengan bencana.
(hepi)
Previous article :
- YEU in Workshop on Public Consultation to Draft the Action Plan of Disaster Risk Reduction in Special Province of Yogyakarta
Rabu, 1 September 2010, 09:47 WIB
- Memperingati 4 Tahun Gempa DIY – Jawa Tengah dan Pembukaan Rumah Belajar Bencana “Disaster Oasis” untuk Masyarakat Umum, 29 Mei 2010
Kamis, 3 Juni 2010, 16:26 WIB
- Together We Can*
Selasa, 26 Februari 2008, 10:52 WIB
- Disaster management Preparedness for Children in Lorong 8 Nias
Senin, 16 Juli 2007, 14:57 WIB
- Damai (Peace), as Peaceful as Your Heart
Jum'at, 23 Februari 2007, 16:32 WIB
|
 |
|
 |