Home | About Us | Our Program | Our Gallery | Our Partner | News & Training | Story & Article
NEWS
YEU Response to Sinabung Erruption
Rabu, 1 September 2010, 10:18 WIB

On Sunday, 29 August 2010; Mount Sinabung in Karo district, North Sumatra erupted and forced more than 27.000 people to flee from their houses.

Viewed 33 times

go to index ...
TRAINING
HAP Workshop, Hotel Harun Square, Lhokseumawe, 22 - 25 May 2010
Sabtu, 22 Mei 2010, 08:00 WIB

HAP (Humanitarian Accountability Partnership) Workshop, attended by 23 staffs from YEU Lhokseumawe, YEU Padang, and YEU Yogyakarta and facilitated by Janaki Kuhanendran (Christian Aid), introduces humanitarian accountability system to YEU's staffs to meet capacity and accountability standardization.

go to index ...
PRODUCT CATALOGUE

 

Click here for more product ...
STORY


Enaknya Jadi Kader YEU
Selasa, 26 Juni 2007, 10:46 WIB Viewed : 1375 times

Sejak awal pelaksanaan program, sebuah lembaga tentunya telah memikirkan bagaimana nantinya kesinambungan program yang dilakukan di sebuah wilayah. Bermacam-macam strategi yang dilakukan agar program tidak berjalan di tempat. Salah satu strategi yang diambil oleh YEU dalam menjaga kesinambungan program adalah memfungsikan masyarakat dampingannya. Bentuknya adalah pembinaan kader. Kader ini diharapkan mempunyai fungsi yang signifikan di kemudian hari saat YEU meninggalkan daerah dampingan. Contohnya dalam bidang kesehatan. Saya mengambil sample peran kader di Nias. Staf kesehatan dalam menjalankan programnya sangat terbantu dengan kehadiran kader kesehatan. Saat melakukan pelayanan pada masa tanggap darurat biasanya untuk lebih focus, YEU memilih salah satu daerah dampingan. Hal ini diharapkan agar pelayanan yang diberikan lebih intensif. Namun tidak menutup kemungkinan juga untuk melakukan pelayanan di daerah yang memang belum tersentuh oleh pelayanan kesehatan. Disinilah peran kader sangat besar dalam membantu kelancaran tugas staf yang notabene belum mengenal betul daerah yang dilayani. Terutama mengatasi kendala komunikasi dengan penduduk lokal. Pada awalnya kader direkrut secara sukarela dari sebuah komunitas. Bisa juga menggunakan kader unit lembaga kemasyarakatan yang sudah ada. Setelah itu kader akan membantu staf dalam melakukan pendampingan. Kader menjadi ‘asisten’ atau pendamping staf dalam menjalankan programnya di sebuah komunitas. Yang menjadi masalah adalah kapasitas kader tersebut. Apakah mereka benar-benar memiliki pengetahuan atau ketrampilan yang dibutuhkan. Untuk mengatasi keterbatasan ketrampilan atau pengetahuan, maka YEU meningkatkan kapasitas kader lewat pelatihan. Pelatihan yang diberikan kepada kader beragam topiknya. Yang paling mendasar adalah pelatihan kesehatan dasar. Dan yang paling akhir diberikan adalah Training of Trainers HIV/AIDS di Medan. Selain pelatihan yang diberikan, staf kesehatan juga melakukan konseling yang sifatnya mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang dijumpai kader dalam membantu pelaksanaan program. Menurut saya mereka sangat beruntung saat memutuskan bergabung menjadi kader kesehatan YEU. Dengan kapasitas terbatas (ketrampilan dan pengetahuan), mereka secara cuma-cuma bisa memperoleh pelatihan-pelatihan yang notabene sangat bermanfaat untuk mereka secara pribadi. Mereka mendapatkan pengetahuan yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Keuntungan non-material yang tak ternilai. Kalau mau hitung-hitungan material, biaya untuk pelatihan kader tidak sedikit. Siapa yang tidak mau mendapatkan pelatihan secara gratis? Tapi tabu apabila kita mempermasalahkan itu, karena hal itu memang merupakan komitmen kita sejak awal dalam memberdayakan masyarakat local. Dalam menjalankan aktifitasnya, kader mendapat tunjangan transportasi dari lembaga. Biasanya kader datang ke posko minimal sekali seminggu untuk mengambil bahan-bahan makanan untuk program pemberian makanan tambahan. Selain itu tidak jarang pula mereka mendapatkan intensif atas usahanya dalam menyiapkan bahan makanan tambahan itu. Yang menjadi pertanyaan, apakah semua bekal yang diberikan kepada kader dapat digunakan secara maksimal? Apakah nantinya sepeninggal lembaga dari daerah layanan, mereka dapat meneruskan misi yang selama ini kita bawa? Perlu ditilik kembali peran mereka di daerah layanan. Adanya monitoring terhadap peran mereka selama ini perlu lebih ditingkatkan. Hal yang menjadi kekawatiran kita adalah apabila semua yang telah diberikan oleh lembaga kepada mereka bagai bergantung pada asap, tidak sesuai dengan harapan lembaga. (wya)
(admin)


Previous story :
Home | About Us | Our Program | Our Gallery | Our Partner | News & Training | Story & Article | Contact Us | FAQs
Copyright © 2007. Yakkum Emergency Unit. All Rights Reserved.