 |
 |
| NEWS |
YEU Response to Sinabung Erruption
Rabu, 1 September 2010, 10:18 WIB
On Sunday, 29 August 2010; Mount Sinabung in Karo district, North Sumatra erupted and forced more than 27.000 people to flee from their houses.
Viewed 21 times
go to index ...
|
 |
 |
| TRAINING |
HAP Workshop, Hotel Harun Square, Lhokseumawe, 22 - 25 May 2010
Sabtu, 22 Mei 2010, 08:00 WIB
HAP (Humanitarian Accountability Partnership) Workshop, attended by 23 staffs from YEU Lhokseumawe, YEU Padang, and YEU Yogyakarta and facilitated by Janaki Kuhanendran (Christian Aid), introduces humanitarian accountability system to YEU's staffs to meet capacity and accountability standardization.
go to index ...
|
 |
|
 |
 |
| TRAINING |
 |
DISASTER MANAGEMENT AND MEDICAL FIRST AID TRAINING
Jum'at, 21 September 2007, 08:00 WIB Viewed : 2738 times
Manajemen resiko bencana bertujuan meredam kerawanan sebuah bencana bagi masyarakat, contohnya: gempa bumi, tsunami, angin ribut, dll. dan mencegah timbulnya resiko-resiko baru.
Manajemen resiko Bencana terdiri dari tiga elemen pokok: analisa resiko, pencegahan, dan peringatan bencana dan kesiapsiagaan terhadap bencana. elemen ini selanjutnya menggabungkan manajemen resiko bencana kedalam rencana dan implementasi pertolongan dalam keadaan darurat.
Training ni dimaksudkan untuk membekali peserta dengan kemampuan untuk bertindaka cepat, aman dan meminimalisir resiko bila terjadi bencana dan dapat menangani korban gawat darurat agar kondisi kesehatannya tidak mengalami penurunan.
Training ini bertujuan agar peserta dapat:
1. Memahami pengetahuan dasar mengenai manajemen dan kesiapsiagaan bencana serta isu-isu lainnya yang berhubungan dengan perbencanaan.
2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang bagaimana melakukan persiapan dalam menhadapi bahaya bencana dan bagaimana melakukan penanganannya pada saat terjadi bencana.
3. melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan dengan lebih baik.
4. mempertahankan keadaan korban agar kondisi kesehatannyanya tidak mengalami penurunan.
5. Meningkatkan kemampuan nya dalam penanganan korban.
6. Memahami jalur informasi dalam meminta bantuan medis.
7. Menjadi motivator penggerak masyarakat di daerah masing-masing untuk respon bencana.
Waktu dan Pelaksanaan;
Hari, tgl : Senin-Rabu, 24-26 September 2007
Tempat : GKJ Tlepok-Grabag-Purworejo.
Jam : 08.00-17.30 WIB.
Training ini akan dihadiri oleh para utusan Gereja dari seluruh Kabupaten Purworejo dan utusan Gereja Klasis : Klaten, Gunung Kidul, Bantul, Yogyakarta, Kulonprogo, Kebumen, Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan oranisasi kepemudaan Muslim purworejo seluruhnya berjumlah 40 orang.
(admin)
Previous training :
|
 |
|
 |