 |
 |
| NEWS |
YEU Response to Sinabung Erruption
Rabu, 1 September 2010, 10:18 WIB
On Sunday, 29 August 2010; Mount Sinabung in Karo district, North Sumatra erupted and forced more than 27.000 people to flee from their houses.
Viewed 21 times
go to index ...
|
 |
 |
| TRAINING |
HAP Workshop, Hotel Harun Square, Lhokseumawe, 22 - 25 May 2010
Sabtu, 22 Mei 2010, 08:00 WIB
HAP (Humanitarian Accountability Partnership) Workshop, attended by 23 staffs from YEU Lhokseumawe, YEU Padang, and YEU Yogyakarta and facilitated by Janaki Kuhanendran (Christian Aid), introduces humanitarian accountability system to YEU's staffs to meet capacity and accountability standardization.
go to index ...
|
 |
|
 |
 |
| TRAINING |
 |
Workshop Penyusunan Buku Tanaman Obat Di Aceh Nias untuk Kader, Masyarakat, Staf Kesehatan Dan Dinkes Di Banda Aceh
Selasa, 12 Februari 2008, 09:00 WIB Viewed : 2510 times
Latar Belakang
Tren untuk kembali ke alam (back to nature) saat ini sedang marak di segala bidang, salah satunya dalam bidang kesehatan. Manfaat alami hasil alam dipercaya berkhasiat lebih baik dalam mengobati berbagai penyakit karena kurang menimbulkan dampak buruk bagi tubuh. Secara empirik, berbagai penyakit yang tidak mampu diobati dengan baik menggunakan obat-obatan yang ada ternyata berhasil disembuhkan dengan herbal therapy (terapi menggunakan tanaman obat alami)
Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan tanaman herbal. Berbagai macam tanaman herbal telah diteliti dan dikembangkan menjadi obat. Semakin banyak pula masyarakat yang tertarik dengan manfaat terapi herbal ini karena selain aman juga lebih terjangkau secara ekonomi sebab berbeda dengan obat pabrik yang masih membutuhkan beberapa bahan import sehingga harganya relatif lebih mahal
Sebagai salah satu NGO yang bergerak di bidang kesehatan di wilayah yang terkena bencana tsunami, YEU selalu berupaya untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan pengobatan serta meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh YEU dalam rangka hal tersebut adalah dengan mengembangkan potensi tanaman obat tradisional sehingga diharapkan masyarakat tidak lagi tergantung dengan adanya pelayanan pengobatan medis dengan obat yang belum tentu terjangkau. Selain itu terapi herbal juga merupakan salah satu hal yang berpotensi untuk dikembangkan di wilayah Aceh Nias mengingat belum ada klinik khusus yang mengembangkan terapi herbal secara medis untuk mengelola pasien
Untuk membekali masyarakat, kader, dan staf dengan ilmu pengobatan herbal maka diperlukan adanya satu buku yang akan menjadi referensi yang kesemua tanaman, cara penggunaannya maupan dalam bentuk resep-resep tradisional sesuai dengan harapan kedepannya yaitu pengembangan kebun TOGA diwilayah dampingan YEU.
Untuk itu, YEU akan mengadakan workshop penyusunan buku tanaman obat Aceh-Nias untuk kader, masyarakat, staff kesehatan dan dinkes.
Tujuan
Dari workshop ini, dapat tersusun satu buku tanaman obat yang ada di Aceh dan Nias yang nantinya akan menjadi referensi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat luas.
Setelah mengikuti Workshop ini diharapkan kader kesehatan dan masyarakat mampu menjadi pelopor pengobatan tradisional dan mampu mengelola serta mengembangkan kebun tanaman obat keluarga/obat tradisional di lingkungannya.
Selain itu dengan adanya Workshop ini staf kesehatan juga diharapkan mampu mengadopsi dan menerapkan ilmu serta teknologi pengobatan herbal dalam bentuk pengembangan klinik pengobatan alternatif yang terintegrasi dengan layanan akupunktur sebagai bentuk keberlanjutan program TOGA / Batra di daerah masing-masing
Pelaksanaan
Hari, tanggal : Rabu-Jumat, 12 -14 Februari 2008
Materi : Pengenalan Obat Tradisional (Obtra)
Identifikasi jenis obtra di Aceh dan Nias
Kebijakan obtra dari Depkes
Pengolahan bahan baku dari obtra
Praktek pembuatan obtra
Strategi sosialisasi dan Sistim pengurusan izin Batra
Pembuatan Rencana Tindak Lanjut
Fasilitator : Bp.Pdt Siswopranoto (Praktisi Obtra)
dr. Edy Wibowo (PME program Bidang Kesehatan YEU)
(infokom)
Previous training :
|
 |
|
 |